Tag Cloud

Blogumulus by Roy Tanck and Herman Blog

Sunday, May 31, 2009

Tokoh Sosialis

nerdnangihmenwomentensionpenat
3 hari ini benar-benar weekend yang berat, terima order membuat artikel tokoh-tokoh sosialis dunia dan Indonesia. gak berat sebenarnya wong masih bisa nanya ke pakde google. yang berat adalah aku harus mebuat kira-kira 20 artikel untuk 20 anak bahkan lebih. Dan masing-masing paling sedikit ada 10 tokoh. kertas 1 rim langsung habis dalam sekejab. Ya namanya tugas kerjakan saja, itung-itung nambah wawasan dan sedikit namabah duit, hehehehe. ini hasil kerjaanku. Siapa tau ada yang lebih butuh udah tak kumpulin jadi satu.

Biografi Karl Marx

Karl Marx lahir di Trier, Prusia, 5 Mei 1818. ayahnya, seorang pengacara, menafkai keluarganya dengan relatif baik, khas kehidupan kelas menengah. Orang tuanya adalah dari pendeta yahudi (rabbi). Tetapi, karena alasan isnis ayahnya menjadi penganut ajaran Luther ketika Karl Marx masih sangat muda. Tahun 1841 Marx menerima gelar doktor filsafat dari Universitas Berlin, Universitas yang sangat di pengaruhi oleh Hegel dan guru - guru muda penganut filsafat Hegel, tetapi berpikir Kritis. Gelar doktor Marx di dapat dari kajian filsafat yang membosankan, tetapi kajian itu mendahului berbagai gagasannya yang muncul kemudian.



Setelah tamat ia menjadi penulis untuk sebuah koran liberal radikal dan dalam tempo 10 bulan ia menjadi editor kepala koran itu. Tetapi karena pendirian politiknya, koran itu kemudian di tutup pemerintah. Esai – esai awal yang di terbitkan dalam periode mulai mencerminkan sebuah pendirian yang membiumbing Marx sepanjang hidupnya. Esai-esai tulisan Marx itu secara bebas di taburi prinsip-prinsip demokrasi , ia menolak keabstrakat filsafat hegelian, mimpi naif komunis utopiadan gagasan aktivis yang mendesak apa yang ia anggap sebagai tindakan politik prematur. Dalam menolak gagasn aktivis ini Marx meletakkan landasan bagi gagasan hidup sendiri.

Upaya praktis, bahkan dalam mengarahkan massa sekalipun, akan di jawab dengan meriam saat upaya itu di anggap berbah. tetapi, gagasan yang dapat mengarahkan intelektual kitadan yang menaklukkan keyakinan kita, gagasan yang dapat membekukan kita, merupakan belenggu – belenggu di mana seorang hanya bisa lepas darinya dengan mengorbankan nyawanya; gagasan-gagasan itu seperti setan sehingga orang hanya dapat mengatasinya dengna menyerah kepada Marx (Marx, 1842/1977;20)

Marx menikah pada 1843 dan tak lama kemudian ia terpaksa meninggalkan jerman untuk dapt suasana yang lebih libaral di Paris. Di Paris ia bergualat dengan gagasan Hegel dan pendukungnya, tetapi ia juga menghadapi dua kumpulan gagasan baru – sosialisme Prancis dan politik Ekonomi Inggris. Dengan cara yang unik dia menggabungkan hegelian, sosialisme dan ekonomi politik yang kemudian menentuka orientasi intelektualnya. Hal yang sangat penting pula adalah pertemuannya dengan orang yang kemudian menjadi teman seumur hidupnya, donatur dan kolabolatornyayakni Fredrich Engels (Carver, 1983) Engels anak penguasa pabrik tekstil menjadi seorang sosialis yang mengkritik kondisis kehidupan yang di hadapi kelas buruh. Banyak di antara rasa kasihan Marx kesengsaraan kelas buruh berasal dari paparannya kepada Engels dan gagasannya sendiri. Tahun 1844 Marx dan Engels mengadakan diskusi panjang di sebuah CafĂ© terkenal di Paris dan meletakkan landasan kerja untuk bersahabat seumur hidup. Mengenai diskusi itu Engels berkata ”kesepakatan lengkap kami dalam dalam semua budang teori menjadi nyata….dan perjanjian kerja sama kami mulai sejak itu”(McLellan, 1993:131) di tahun berikutnya Engels menerbitkan karya the condition Of The Working Class in England. Selama periode itu Marx menerbitkan sejumlah karya yang sangat sukar di pahami (kebenyakan belum di terbitkan semasa hidupnya) termasuk the Holy Family dan The German ideology (di tulis bersama Engels)dan ia pun menulis the economic and philosophic manuscripts 1844 yang menandakan perhatiannya terhadap bidang ekonomi main meningkat.

Meski Marx dan Engels mempunya orientasi teoritis yang sama, namun ada juga beberapa perbedaan di antara mereka. Marx cenderung menjadi seorang intelektual teoritis yang kurang teratur dan sangat berorientasi kepada keluarga. Engels adalah pemikir praktis, rapi dan pengusaha teratur dan orang yang tak percaya pada lembaga keluarga. Meski mereka berbeda, Marx dan Engels menempa kerja sama yang akrab sehingga mereka berkolabirasi menulis buku dan artikel dan bekerja sama dalam organisasi radikal, dan bahka Engels membantu membiayai Marx selama sisa hidupnya sehingga memungkinkan marx mencurahklan perhatiannya pada kegiatan intelektual dan politiknya.
Meski ada asosiasi erat antara nama Marx dan Engels, namun Engels menjelaskan bahwa ia teman junior.
Marx mampu berkarya sangat baik tanpa aku. Aku tidak pernah mencapai prestasi seperti yang di capai Marx. Pemahaman Marx lebih tinggi, pengalamannya lebih jauh dan pandangannya lebih luas serta cepat ketimbang aku. Marx adlah jenius(Engels, di kutip dalam McLellan,1973;131-132)

Banyak yang percaya bahwa Engels gagal memahami berbagai seluk beluk Marx. Setelah Marx meninggal, Engels menjadi juru bicara utama bagi teori marxian dan dalam berbagai cara menyimpangkan dan terlalu menyerderhanakannya, meski ia tetap setia terhadap perspektif politik yang ia tempa bersama Marx.
Karena beberapa tulisannya telah menggangu pemerintahan prusia, pemerintah perancis(atas permohonan prusia)mengusir Marx tahun 1845 dan karenanya Marx pindah ke Brussel. Radikelismenya meninggkat dan ia menjadi anggota aktif di bidang gerakan revolusioner internasional. Ia pun bergabung dengan liga komunis dan bersama Engels diminta menulis anggaran dasar liga itu, hasilnya adalah manifestor komunis 1848, sebuah karya besar yang di tandai oleh slogan-slogan politik yang termasyur (misalnya ‘kaum burh seluruh dunia bersatulah’!!).

Tahun 1849 ia pindah ke london dan, mengingat kegagalan revolusi politik tahun 1848, ia menarik diri dari aktivitas revolusioner dan beralis ke kegiatan rsiset yang lebih rinci tentang peran sistem ka[pitalis. Study ini akhirnya menghasilkan tiga jilid buku das kapital.jilid pertama di terbitkan tahun 1867; kedua jilid yang lainya di terbitkan sesudah ia meninggal. Selama riset dan menulis itu ia hidup dalam kemiskinan, membiayai hidupnya secara sederhana dari honorarium tulisannya dan bantuan dana dari Engels. Tahun 1864 Marx terlibat kembali dalam kegiatan politik, bergabung dengan ‘The Internasional’, sebuah gerakan buruh internasio nal. Ia segera menonjol dalam gerakan itu dan mencurahkan perhatian selama beberapa tahun untuk gerakan itu. Ia mulai mendapat popularitas, baik sebagai pimpinan internasional maupun sebagai penulis des kapital. Perpecahan gerakan internasional tahun 1876, kegagalan dari berbagai gerakan revolusioner dan penyakit – penyakit, akhirnya membuat Marx ambruk. Istrinya wafat tahun 1881 dan anak perempuannya tahun 1882 dan Marx sendiri wafat di tahun 1883.

ref : http://nataebiografiteacher.blogspot.com/2007/09/karl-marx.html


Biografi Lenin

Vladimir Ilyich Ulyanov Lenin (1870-1924) seorang pemimpin politik yang paling bertanggung jawab terhadap berdirinya Komunisme di Rusia. Sebagai penganut Karl Marx yang gigih dan setia, Lenin meletakkan dasar politik yang hanya bisa dibayangkan oleh Karl Marx seorang. Begitu cepatnya Lenin menyebar Komunisme ke seluruh penjuru dunia, dia mesti diakui sebagai salah seorang yang paling berpengaruh dalam sejarah manusia. Lahir di Simbirsk (kini ganti jadi Ulyanovsk untuk menghormatinya) pada tahun 1870.

Ayahnya seorang pegawai negeri yang patuh tetapi kakaknya Alexander adalah seorang radikal yang dijatuhi hukuman mati karena ambil bagian dalam komplotan mau bunuh Tsar. Pada umur dua puluh tiga Lenin sudah menjadi seorang Marxis yang berkobar-kobar. Bulan Desember 1895 dia ditahan oleh pemerintah Tsar karena kegiatan revolusionernya dan dijebloskan ke dalam penjara selama empat belas bulan. Sesudah itu dia dibuang ke Siberia.

Selama tiga tahun di Siberia (yang tampaknya tidak digubrisnya sebagai siksaan) dia kawin dengan wanita yang juga berfaham revolusioner dan menulis buku Pertumbuhan Kapitalisme di Rusia. Masa pembuangannya di Siberia berakhir bulan Februari 1900 dan beberapa bulan kemudian Lenin melakukan perjalanan ke Eropa Barat. Tak kurang dari tujuh belas tahun lamanya dia berkelana, menjadi seorang mahaguru revolusioner. Tatkala Partai Buruh Sosial-Demokrat Rusia dimana Lenin jadi anggota pecah jadi dua bagian, Lenin jadi pimpinan pecahan yang lebih besar, Bolsheviks.

Perang Dunia I membuka peluang besar buat Lenin. Perang ini membawa malapetaka baik militer maupun ekonomi bagi Rusia dan akibatnya menambah ketidakpuasan rakyat kepada sistem pemerintahan Tsar. Akhirnya pemerintah Tsar ini digulingkan di bulan Maret tahun 1917 dan untuk sementara waktu tampaknya Rusia dipimpin oleh sebuah pemerintah demokratis. Begitu mendengar kejatuhan Tsar, Lenin buru-buru pulang ke .Rusia dan sesampainya di negeri asalnya ia dengan cepat dapat melihat dan mengambil kesimpulan bahwa partai-partai demokratis --walau sudah mendirikan pemerintahan sementara-- tak punya daya kekuatan cukup dan kondisi ini sangat baik buat partai Komunis yang punya pegangan disiplin kuat untuk menguasai keadaan biarpun anggotanya sedikit. Karena itu Lenin mendorong kaum Bolshevik melompat kedepan mengguhngkan pemerintahan sementara dan menggantinya dengan pemerintahan Komunis. Percobaan pemberontakan di bulan Juli tidak berhasil dan memaksa Lenin menyembunyikan diri. Percobaan kedua di bulan Nopember 1917 berhasil dan Lenin menjadi kepala negara baru.

Selaku kepala pemerintahan, Lenin keras tetapi di lain pihak dia amat pragmatis. Mula-mula dia ajukan tekanan yang tak kenal kompromi adanya masa transisi singkat menuju masyarakat yang ekonominya sepenuhnya berdasar sosialisme. Ketika ini tidak jalan, dengan luwes Lenin mundur dan mengambil jalan sistem ekonomi campuran kapitalis-sosialistis. Ini berjalan di Uni Soviet selama beberapa tahun.

Di bulan Mei 1922 Lenin sakit keras sehingga antara serangan sakit itu hingga wafatnya tahun 1924 praktis Lenin tidak bisa berbuat apa-apa. Begitu wafat, jasadnya dengan cermat dibalsem dan dipelihara, dibaringkan di musoleum di Lapangan Merah hingga saat ini.

Ciri penting dari Lenin adalah dia seorang yang cepat bertindak sehingga dialah orang yang mendirikan pemerintahan Komunis di Rusia. Dia menganut ajaran Karl Marx dan menterjemahkannya dalam bentuk tindakan politik praktis yang nyata. Sejak bulan Nopember 1917 telah terjadi ekspansi kekuatan Komunis ke seluruh dunia. Kini, sekitar sepertiga penduduk dunia menganut faham Komunis.

Biarpun arti penting Lenin terletak pada seorang pemimpin politik praktis, Lenin juga menunjang pengaruhnya lewat tulisan-tulisan. Pikiran-pikiran Lenin tidaklah bertentangan dengan Marx tetapi ada perubahan tekanan. Lenin kelewat terpukau oleh taktik-taktik revolusi dan dia merasa punya kelebihan khusus dalam urusan ini. Dia tak henti-hentinya menekankan perlunya penggunaan kekerasan: "Tak ada masalah apa pun dalam hubungan perjuangan kelas dapat diselesaikan tanpa kekerasan," adalah ungkapan khasnya. Marx hanya mengaitkan perlunya kediktatoran proletariat sekali-sekali saja, tetapi Lenin sudah terlalu tergoda dengan itu. Misalnya ucapannya: "Diktatur proletariat tak lain dan tak bukan daripada kekuasaan berdasarkan kekerasan yang tak ada batasnya, baik batas hukum maupun batas aturan absolut."

Ide Lenin tentang kediktatoran sesungguhnya lebih penting ketimbang politik ekonominya. Ciri terpokok pemerintahan Soviet bukanlah di bidang politik ekonominya (banyak pemerintahan sosialis di banyak negeri) tetapi ciri pokoknya lebih terletak pada teknik mempertahankan kekuasaan politik untuk jangka waktu tak terbatas. Terhitung sejak saat Lenin hidup, tak ada satu pun pemerintah Komunis di mana pun juga di dunia ini --sekali berdiri dengan kokohnya-- dapat tergulingkan. Dengan pengawasan yang seksama terhadap semua lembaga kekuasaan dalam negeri --mass media, bank, gereja, serikat buruh dan lain-lain-- pemerintahan Komunis tampaknya sudah mengikis adanya kemungkinan-kemungkinan penggulingan pemerintahan. Bisa saja ada titik-titik lemah pada kekuatannya, tetapi tak seorang pun mampu menemukannya.

Jelas bin jelas Komunisme adalah gerakan besar yang punya arti penting sejarah. Tidaklah jelas benar siapakah yang bisa dianggap paling berpengaruh dalam gerakan ini, Marx atau Lenin. Saya beranggapan Marx punya arti lebih pentirig karena dia mendahului dan mempengaruhi Lenin. Tetapi masih bisa dibantah anggapan ini karena kemampuan politik praktis Lenin merupakan faktor yang amat ruwet dalam hal mendirikan Komunisme di Rusia. Tanpa peranan Lenin, Komunis rasanya mesti menunggu bertahun-tahun untuk punya kesempatan memegang kekuasaan dan akan menghadapi perlawanan yang lebih terorganisir. Karena itu, bukan mustahil tidak bisa berhasil. Dalam hal memantapkan arti penting Lenin, orang jangan lupa betapa singkatnya masa kekuasaan dipegangnya. Juga, berdirinya diktatur proletariat di Uni Soviet lebih besar berkat Lenin ketimbang penggantinya, Stalin yang lebih keras.

Sepanjang hidupnya Lenin seorang pekerja keras dan tekun. Dia seorang yang kenamaan dan jumlah buku yang ditulisnya tak kurang dari 55 jilid. Dia mengabdikan seluruh hidupnya untuk tujuan-tujuan revolusi, dan meskipun dia mencintai keluarganya, dia tak mau pekerjaannya terganggu. Ironisnya, biar dia menghabiskan sepenuh umurnya dalam percobaan melenyapkan penindasan, hasil yang dicapainya dari perjuangan adalah penghancuran semua segi kebebasan pribadi.


Antonio Gramsci


Surat dari Bui Fasis

Salah satu orang yang gila menulis dari daratan Italia. Tokoh sosialis di parlemen ini termasuk dalam daftar korban kebengisan pemerintah diktator Mussolini yang fasis setelah secara resmi Italia dinyatakan sebagai negara fasis pada 3 Januari 1925. Padahal, sebelumnya dia juga seorang sosialis. Sejak itu pula langkah Mussolini mulai menggila. Partai oposisi dibubarkan dan anggota parlemen yang berseberangan dengan pemerintahnya ditangkap. Mussolini sendiri mendapatkan kekuasaannya atas mandat raja Emanuel III.
Antonio Gramsci menjadi salah satu gerilyawan, bukan dalam berjuaang untuk pembebasan, melainkan gerilya dari satu tahanan ke tahanan yang lain menuruti kemauan sang diktator.
Berbagai rasa dan aroma penjara yang ada di Italia, mungkin telah dicecap oleh Gramsci. Mulai dari ruang yang sempit dengan fasilitas seadanya hingga ruang penjara pribadi penah ditempatinya. Walaupun dengan berbagai ketebatasan dan sensor dari sang diktator.
Salah satu hal yang tidak dapat ditinggalkan oleh Gramsci selama dalam tahanan yaitu keluarganya. dengan segala keterbatasan dan sensor dari penjaga tahanan, dia selalu ingin berkomunikasi dengan keluarganya. Tentunya melalui surat menyurat. Surat yang dibuatnya pun harus lolos sensor penjaga penjara untuk sampai tujuan. Keterbukaan dan menulis keadaan sebenarnya menjadi hal yang terlarang. Tak semua surat yang ditulis Gramsci samapi pada tujuan. Hanya sampai ditangan tukang sensor surat. Mungkin karena isi suratnya yang terlalu jujur dan vulgar dengan keadaannya dalam pejara.
Tak juga semua surat balasan yang datang dari keluarganya dapat menenangkan hatinya. Bahkan kadang tidak sesuai dengan harapannya. Apresiasinya yang tinggi terhadap dunia tulis menulis tampak ketika dia merasa kecewa dengan tulisan keponakannya yang harusnya sudah kelas 5 sekolah dasar, namun cara menulisnya masih seperti waktu kelas 3. Dia amat marah. Gramsci pun menjelaskan kepada kakaknya akan pentingnya berfikir dan refleksi dalam mendidik seorang anak. Kreatifitas kebebasan dan spontanitas juga harus diutamakan dalam pendidikan anak. Hal ini diutarakan pula kepada istrinya, Giulia yang tinggal di Rusia. Bahkan dia sampai menyuruh Geulia untuk menuliskan apa yang ingin diutarakan anak-anaknya untuk Gramsci yang ada di penjara.
dalam aktiiftasnya surat menyurat dengan keluarganya, tak jarang Gramsci juga mengeluarkan kritik atas penulisan surat dari kluarganya. Pernah suatu ketika dia mengkritik dan menyesalkan korespondensi yang tidak lancar pada surat-surat yang ditulis keluarganya. Dan di masa akhir pengasingannya Gramsci menyayangkan jarangnya kluarga dan istrinya untuk mengirim surat padanya kembali.
Selepasnya dari penjara tahun 1937 dan belum sempat bertemu dengan keluarganya dia meninggal karen pndarahan otak. Penyakit yang sudah dideritanya sejak tahun-tahun akhir pengasingan.

Talcott Parson



Biografi Parson lahir tahun 1902 di Colorado Spring, Colorado. Ia berasal dari latar belakang religius dan intelektual. Ayahnya seorang pendeta, profesor dan kemudian menjadi rektor sebuah perguruan tinggi kecil. Parson mendapat gelar sarjana muda dari Universitas Amherst tahun 1924 dan menyiapkan disertasinya di London School of Economics. Di tahun berikutnya ia pindah ke Heidelberg Jerman.Max Weber lama berkarier di Heidelberg dann meski ia meninggal 5 tahun sebelum kedatangan Parson, pengeruh Weber tetap bertahan jandanya terus menyelenggarakan diskusi ilmiah dirumahnya dan Parson menghadirinya. Parson sangat di pengaruhi karya Weber dan akhirnys menulis disertasi di Heidelberg, yang sebagian menjelaskan karya Weber.Parson mengajar di Harvad pada 1927 dan meski berganti jurusan beberapa kali, ia tetap di Harvad hingga akhir hanyatnya tahun 1979.
kemajuan karirnya tidak begitu cepat, ia tidak mendapatkan jabatan profesor hingga tahun 1939. dua tahun selanjutnya ia menerbitkan The Structure of Social Actions , sebuah buku yang tak hanya memperkenalkan pemikiran sosiologi utama seperti Weber kepada sejumlah sosiolog, tetapi juga meletakkan landasan bagi teori yang dikembangkan Parson sendiri.Sesudah itu karier akademisi Parson maju pesat. Dia menjadi ketua jurusan sosiologi di harvad pada tahun 1944 dan dua tahun kemudian mendirikan departemen hubungan sosial, yang tak hanya memasukkan sosiologi tetapi juga sarjana ilmu sosial lainnya. Tahun 1949, ia terpilih menjadi presiden the American Sociological Asosiation. Tahun 1950 – an dan menjelang tahun 1960 – an, dengan di terbitkan buku seperti the social system (1951) Parson menjadi tokoh dominan dalam sosiologi America.Tetapi, di akhir 1960 – an Parson mendapat serangan dari sayap radikal Sosiologi Amerika yang baru muncul. Parson di nilai berpandangan berpolitik konservatif dan teorinya di anggap sebagai konservatif dan tidak lebih dari sebuah skema kategorosasi yang rumit. Tetapi, tahun 1980 – an timbul kembali perhatian terhadap teori parson, tak hanya di Amerika Serikat tetapi seluruh dunia (Alexander, 1982;83, Buxtok, 1985;Camic, 1990;Holton dn Turner, 1986;Sciulli dan Gerstein, 1985)Harton dan Tuner mungkin terlalu berlebihan ketika mengatakan bahwa “karya Parson mencerminkan sumbangan yang lebih berpengaruh terhadap teori sosiologi ketimbang Marx, Weber, Durkhaime, atau pengikut mereka masa kini sekalipun”(1986;13).pemikiran Parson tidak hanya mempengaruhi pemikiran konservatif, tetapi juga teoritis neo – marxian, tentunya Jurgen Hebermas.Setelah kematian Parson sejumlah bekas mahasiswanya, semuanya sosiolog yang sangat terkenal, merenungkan arti penting teorinyamaupun penciptaan teori itu sendiri. Dalam renungan mereka, para sosiolog ini mengemukakan pengertian menarik tentang Parson dan karyanya. Beberapa pandangan selintas mengenai Parson yang di reproduksi di sini bukan di maksudkan untuk membuat gambaran yang masuk akal, tetapi di maksidkan untuk mengemukakan pandangan selintas yang provokatif mengenai parson dan karya karyanya.Robert Merton adalah salah seorang mahasiswanya ketika Parson baru saja mulai mengajar di Harvad. Merton yang menjadi teoritis terkenal karena teori ciptaannya sendiri, menjelaskan bahwa mahasiswa pascasarjana yang datang ke Harvad di tahun tahun itu bukan kehendak belajar dengan Parson, tetai dengan Sorokin, anggota senior jurusan sosiologi yang telah menjadi musuh utama Parsons (Zafirovski, 2001)Generasi mahasiswa pascasarjana yang paling awal datang ke Harvad, dan tak seorang pun yang ingin belajar dengan parson. Mereka tak mungkin berbuat demikian selain kareasna alasan paling sederhana: pada 1931 ia belum di kenal publik apalagi sebagai seorang sosiolog. Meski kami mahasiswa yang belajar dengan Sorokin yang masyhur, sehingga dari kami diharuskan bekerja dengan Parson yang tak terkenal itu.(Merton,1980-69).Celaan Merton tentang kuliah pertama Parson dalam teori, juga menarik, terutama karena materi yang disajikan adalah basis unrtuk salah satu buku teori paling berpengaruhdalam sejarah sosiologi:Lama sebelum Parson menjadi salah seorang tokoh tua terkenaldi dunia sosiologi, bagi kami mahasiswa angkatan paling awal, dia adalah seorang pemuda yang sudah tua.

Kemasyurannyaberawal dari kuliah pertamanya dalam teori yang keudian menjadi inti karya besarnya The Structure of Social Action, yang tidak terbih hingga lima tahun setelah publikasi lisan di kelas.( Merton,1980-70).Meski tak semua orang sependapat dengan penilaiaan positif Merton tentang Parson , mereka akan mengakui penilaian berikut.Kematian Parson menandai berakhirnya suatu era dalam sosiologi. Ketika (suatu era baru)di mulai. Era itu akan di bentengi oleh tradisi besar pemikiran sosiologi yang ia tinggalkan untuk kita(Merton,1980-71)

Karya 1. The social system ( 1951 )






JOHN DEWEY

Dewey dilahirkan di Burlington Vermont pada tanggal 20 Oktober 1859, dari keluarga yang rendah hati. Dia lulus dari University Vermont (Phi Beta Kappa) di 1879. Setelah tiga tahun sebagai guru sekolah menengah di kota Pennsylvania, ia memutuskan bahwa ia tidak cocok di dunia pendidikan sekunder atau utama.
John Dewey, dari golongan Progesif Amerika, menyatakan bahwa masyarakat demokratis adalah yang paling bermoral, paling masuk akal, dan paling cocok untuk dunia modern. Lebih terlihat sebagai seorang pragmatis ketimbang utopis, pandangan dan gagasan Dewey masih relevan dan bergema satu abad kemudian.Dalam Democracy and Education, Dewey melihat komunitas terbangun dari ikatan-ikatan (commonalities) yang secara rumit saling terkait melalui komunikasi.
Dewey mengamati bahwa masyarakat tidak terus ada karena penyebaran, karena komunikasi, tetapi cukup layak jika dikatakan bahwa masyarakat terwujud dalam komunikasi. Ikatan-ikatan, dalam bentuk seperi tujuan, kepercayaan, dan pengetahuan adalah keharusan bagi terbentuknya komunitas, dan terbangun melalui komunikasi. Dalam konsepsi Dewey, komunikasi dan cara-cara di mana komunikasi dilakukan adalah krusial bagi pembentukan komunitas, dan kita bisa menyimpulkan juga bahwa kualitas komunikasi menyatu. Istilah modal sosial yang diajukan Putnam (2001) tampaknya searti dengan bentuk hubungan yang inheren dalam konsepsi Dewey tentang komunitas. Menurut Putnam, modal sosial merujuk pada hubungan antar individu-individu—jaringan sosial dan norma timbal-balik serta saling percaya yang tumbuh di antara mereka. Ini adalah definisi modal sosial yang saya pakai ketika merujuk kepada runtuhnya dan pemulihan kembali komunitas di Indonesia. Gagasan kunci Putnam dalam hal modal sosial adalah gagasan ketimbalbalikan, sebuah gagasan yang terkait dengan gagasan tentang partisipasi.Gagasan Dewey tentang komunitas juga menyangkut partisipasi. Tatkala individu-individu berkerja sama, memasuki aktifitas orang lain” dan [mengambil] peran dalam upaya bersama dan kerja sama maka mereka sedang berpartisipasi dalam pengembangan komunitas. Dewey melihat komponen partisipatif dalam komunitas sebagai hal yang esensial, kalau tidak, hal seperti komunitas menjadi tidak mungkin ada. Jika kita melihat hancurnya ikatan komunitas di Maluku, segregasi sosial berdasarkan afiliasi relijius telah mendorong berakhirnya bentuk-bentuk partisipasi bersama (co-participation). Seperti yang akan kita lihat tatkala membahas kasus desa Idamdehe nanti, gagasan partisipasi inilah yang betul-betul sangat penting dalam pemulihan kembali komunitas.Dewey berpendapat bahwa peran interaksi tatap muka dalam pembentukan komunitas tidak bisa digantikan. Ia mengamati bahwa komunitas, “dalam pengertian yang paling mendalam dan kaya harus selalu menyangkut hubungan tatap muka dan ia menemukan bahwa komunitas lokal adalah yang paling signifikan di antara komunitas-komunitas lain. Meski karya ini ditulis tatkala bentuk-bentuk komunikasi berperantara via media (mediated communications) baru mulai menampakkan pengaruhnya pada masyarakat Amerika, kita menemukan pentingnya membahas hal ini lebih jauh dewasa ini. Di tengah perkembangan teknologi dan komunikasi berperantara, Dewey membayangkan bahwa akibat yang mereka [teknologi dan komunikasi berperantara] timbulkan terhadap hubungan tatap muka sungguh besar dan terus-menerus, sehingga tidak berlebihan untuk menyebut adanya zaman baru hubungan manusia.’ Masyarakat Agung (Great Society) yang ditimbulkan oleh mesin uap dan listrik mungkin membentuk masyarakat, tetapi bukanlah membentuk komunitas. Terlihat bahwa Dwey menganggap bahwa kekuatan komunitas pada tingkat yang paling dasar terletak pada hubungan interpersonal. Karenanya, kita bisa melanjutkan pendapat ini dengan mengatakan bahwa seiring melemahnya hubungan (komunikasi) interpersonal, kemampuan sebuah komunitas untuk melanggengkan dirinya juga berkurang.
Dewey adalah salah satu dari pendiri-pendiri dari The New School untuk Social Research. tulisan paling penting Dewey adalah" Konsep busur refleks di dalam Psikologi" ( 1896), satu kritik dari satu standard konsep psikologis dan basis dari semua nya pekerjaan lebih lanjut; Sifat manusia dan Melakukan (1922), satu studi peran dari kebiasaan di dalam tingkah laku manusia. Dewey wafat tahun 1952
Karya : - Educational progressivism
JURGEN HEBERMAS


ABiografi Hebermas adalah seorang pemikir sosial byang sangt penting di dunia dewasa ini. Lahir di Dusseldorf, jerman 18 juni 1929 dari keluarga kelas menengah yang agak tradisional. Ayahnya pernah menjabat direktur kamar dagang. Ketika berusia belasan tahun, selama perang dunia II Hebermas sangat di pengaruhi oleh perang itu. Berakhirnya perang menimbulkan harapan dan peluang baru pemuda jerman, termasuk Hebermas. Hancurnya nazisme menimbulkan optimisme mengenai masa depan jerman. Namun Hebermas kecewa karena hampir tak ada kemajuan yang berarti di tahun-tahun permulaan sesudah perang. Dengan berakhirnya kekuasaan nazi, semua jenis peluang intelektual, dan buku-buku yang semula di larang di baca kini boleh di baca dan tersedia buat Hebermas. Termasuk literatur barat dan jerman maupun risalah yang di tulis oleh Marx dan Engels.
Antara tahun 1949 dan 1954 Hebermas mempelajari berbagai topik (antara filsafat, psikologi, kesustraan jerman) di Gottingen, Zurich, dan Boonn. Namun, tak seorang gurupun di tempat Hebermas sekolah itu yang benar-benar terkenal dan kebanyakan mereka mendukung nazi secara terang – terangan atau hanya melanjutkan pelaksanaan tanggung jawab akademis mereka di bawah rezim nazi sebelumnya. Hebermas mendapatkan gelar doktor dari universitas Bonn tahun 1954 dan serlama dua tahun bekerja sebagai jurnalis.tahun 1956 Hebermas tiba di The Institute For Social Riset di Frangfurt da n bergabung dengan aliran Frangfurt. Ia sebenarnya menjadi asisten riset dari Theodor Adorno, anggota aliran Frangfurt yang sangat terkenal (Wiggershaus, 1994). Meski aliran Frangfurt sering di anggap mengembangkan aliran pikiran yang sangt berhubungan secara logis, pandangan Hebermas tak seperti itu.Menurut saya, tak pernah ada teori yang konsistens, Adorno pernah menulis esai kritis tentang kultur dan juga memberikan seminar tentang Hegel. Ia memberika latar belakang Marxis tertentu.(Wiggershaus, 1994;2)Meski bergabung dengan The Institute For Social Riset, sedari awal Hebermas telah menunjukkan orientasi intelektual yang bebas. Artikel yang di tulis tahun 1957 menyebapkan Hebermas terlibat persoalan dengan Max Hokheimer, pimpinan institut itu. Hebermas mendesak pemikiran kritis dan tindakan praktis, terhadap Max Hokheimer takut terhadap pendirian seperti itu dapat membahanyakan pendanaan institut secara umum. Hokheimer berkata tenatang Hebermas , “ia agaknya mempunyai karir yang baik atau bahkan cemerlang sebagai penulis di masa depan, tetapi ia akan hanya menyebapkan kerusakan besar terhadap institut”(di kutip dalam Wiggershaus, 1994;555). Artikel itu akhirnya di terbitkan juga, tetapi tidak dengan bantuan institut dan sebenarnya tidak merujuk ke institut. Akhirnya, Hokheimermenghadapi kondisi yang sulit berkenaan dengan karnya Hebermas ini dan kemudian mengundurkan diri dari jabatannya.Tahun 1961 ia menyelesaikan disertasi keduanya yang di wajibkan oleh Universitas Marburg. Setelah menerbitkan sejumlah karnya terkenal, dia di rekomondasikan sebagai Profesor filsafat di univesitas Heidelberg bahkan sebelum menyelesaikan disertasi keduanya. Oa tetapi di Heidelberg hingga tahun 1964 dan kemudian pindah ke universitas Frangfurt sebagai profesor filsafat dan sosiologi. Dari 1971 hinnga 1981 ia menjadi direktur institut Max Planck. Ia kembali ke universitas Frangfurt sebagai profesor filsafat dan tahun 1994 ia menjadi profesor pensiun di universitas itu. Hebermas telah menerima sejumlah penghargaan akademis bergengsi dan menerima gelar profesor kehormatan dari sejumlah universitas.Selama beberapa tahun, Hebermas menjadi pemikir neo-marxis paling terkenal di dunia. Namun, sesudah itu karyanaya di perluasnya sehingga meliputi berbagai masukan teoritis yang berbeda. Ia tetap optimis terhadap masa depan kehidupan modern. Dengan optimismenya itulah ia menulis tentang modernitas sebagai proyek yang belum selesai itu. Sementara Marx memusatkan perhatian pada pekerjaan dan tenaga kerja, Hebermas terutama memusatkan perhatian pada masalah komunikasi yang di anggap sebagai proses yang lebih umum ketimbang pekerjaan. Sementara Marx memusatskan perhatian pada distortif dari struktur masyarakat kapitalis tershadap pekerjaan, Hebermas memusatkan perhatian pada cara struktur masyarakat modern mendistorsi komunikasi. Sementara Marx membanyangkan kehidupan masa depan di tandai oleh pekerjaan penuh dan tenaga kerja kreatif, Hebermas membayangkan masyarakat masa depan di tandai dengan komunikasi bebas dan terbuka. Dengan demikian terdap kesamaan yang mengagetkan antara Marx dan Hebermas. Kesamaan paling umu adalah bahwa keduanya adalah pemikir modernitas yang yakin bahwa di masa hidup mereka , proyek moderinitas belim selesai (terciptanya pekerjaan penuh dan kreatif menurut Marx dan terciptanya komunikasi bebas dan terbuka menurut Hebermas).keduanya berkenyakinan bahwa di masa depan proyek modernitas ini akan selesaiKomitmen terhadap modernitas dan kenyakinan terhadap masa depan inilah yang menjauhkan Hebermas dari kebanyakan pemikiran kontemporer terkenal lain seperti Jean Baudrillard dan pakar post modern lainnya. Sementara pakar post modern ini sering terdorong ke arah nihilisme, Hebermas terus yakin dengan proyek jangka panjangnya(modernitas). Begitu pula, sementar apemikir post modern lain (misalnya Lyotard)menolak kemungkinan penciptaan teori agung (grand theory), Hebermas tetap bekerja berdasarkan dan menyokong teori agung paling terkemuka dalam teori sosial modern. Banyak resiko yang di hadapi oleh Hebermas dalam berjuang melawan pemikiran post modern. Bila mereka menang, Hebermas mungkin di pandang sebagai pemikir modernitas besar terakhir. Bila Hebermas (dan penyokongnya) yang tampil sebagai pemenang, ia mungkin akan di pandang sebagai “juru selamat”proyek modernitas dan teori agung dalam ilmu social
Karya :
1. Communicative rationality
2. Discourse ethics
3. Deliberative democracy
4. Universal pragmatics